Pages

Sabtu, 11 Mei 2013

IST (Intelligenz Struktur Test)

Tes IST (Intelligenz Struktur Test) merupakan salah satu tes psikologi untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang. IST (Intelligenz - Struktur – Test) adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Jerman pada tahun 1953.

* IST terdiri dari 9 sub test:
1.      SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimat
2.      WA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
3.      AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
4.      GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
5.      RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
6.      ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
7.      FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
8.      WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
9.      ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata

* Cara Skoring IST
Telah disediakan kunci jawaban.
o   Untuk subtes GE ada kunci jawaban tersendiri dengan penilaian 0 ,1, 2.
o   RW --- SW, dari jumlah benar --- norma.
o   Norma --- IQ
o   Norma IST didasarkan pada USIA dan TARAF PENDIDIKAN.

* Aspek-aspek yang terukur pada setiap subtes IST
1.      SE:
·         Berpikir konkrit praktis
·         Berpikir logis
·         Akal sehat (common sense)
·         Pembentukan keputusan
·         Pemaknaan realita
·         Berpikir mandiri
2.      WA
·         Rasa bahasa
·         Berpikir verbal
·         Pengertian bahasa
·         Kemampuan empati (menghayati)
·         Komponen reseptif
3.      AN
·         Daya mengkombinasikan
·         Fleksibilitas/kelincahanberfikir
·         Menstransfer hubungan
·         Kejelasan dan konsekuen dalam berpikir.
·         Analisa yang bersifat dugaan
·         Suatu perkiraan yang paling berarti bagi pengembangan studi ilmiah
4.      GE
·        Daya abstraksi verbal
·        Pembentukan konsep (Pengertian)
·        Berfikir logis dalam bentuk bahasa
5.      RA
·         Berpikir praktis dalam masalah hitungan
·         Berpikir logis objektif
·         Berfikir matematis.
·         Mengambil keputusan
6.      ZR
·         Berpikir teoritis dalam berhitung
·         Berfikir induktif angka
·         Kelincahan berpikir
·         Mengenali komponen ritmis
7.      FA
·         Kemampuan membayangkan
·         Kemampuan mengamati
·         Berpikir secara utuh menyeluruh.
·         Mengenali komponen konstruktif
8.      WU
·         Daya bayang ruang
·         Menganli konstruktif teknis
·         Berpikir analitis.
9.      ME
·         Atensi
·         Memori Mengingat kata yang telah dipelajari

* Dari 4 subtest awal IST diperoleh:
  • Kecerdasan teoritis (grafik berbentuk M): WA dan GE lebih tinggi
    Kemampuan berfikir abstrak-teoritis dan menyatakan dalam bentuk bahasa. Misal: filsuf
  • Kecerdasan praktis (Grafik berbentuk W): SE dan AN lebih tinggi
    Kemampuan menentukan hubungan dalam suatu masalah secara praktis. Misal: Ir. Teknik Mesin
* Langkah-langkah skoring IST
  • Cocokkan jawaban testee dengan kunci jawaban IST
  • Hitung jawaban yang benar (RW)
  • Jumlahkan ke bawah.
  • Lihat norma untuk mendapatkan skor SW
  • Lihat norma jumlah
  • Lihat norma IQ

* Angka IST untuk penjurusan
v  IPA : lihat skor RA, ZR,FA, WU harus lebih tinggi dibandingkan yang lain.
v  IPS : Lihat skor SE, WA, GE, ME harus lebih tinggi dibandingkan yang lain
v  Untuk melanjutkan pendidikan setelah SMA, sebaiknya skor AN cukup baik (rata-rata).
v  Diprediksi berhasil menjalani pebdidikan di jenjang D3 dengan baik jika IQ minimal pada rentang rata-rata (96 - 105).
v  Diprediksi berhasil menjalani pendidikan di jenjang SI dengan baik jika IQ minimal pada rentang rata-rata atas (106 - 110).
v  Namun demikian tetap harus mempertimbangkan aspek-aspek psikologis yang lain, seperti motivasi, minat, kegigihan dalam mengatasi hambatan, keinginan untuk belajar dsb.

* Kesesuaian beberapa jurusan di PT berdasarkan skor IST yang penting untuk mendapatkan skor cukup tinggi
*      Fak. Hukum: SE, AN, GE, ME
*      SISIP: SE, AN, GE
*      Ekonomi: SE, AN,RA, ZR
*      Sastra: WA, AN, GE, ME
*      Fikom: SE, WA, AN, ME
*      Psikologi: SE, WA, AN, GE, ME
*      Kedokteran: SE, AN, GE, FA, WU
*      Pertanian: AN, GE, FA, WU
*      Peternakan: AN, FA, WU
*      Seni rupa: AN, ZR, FA, WU
*      Teknik: SE, AN, GE, RA, ZR, FA, WU
*      MIPA: AN, GE, RA, ZR, FA, WU

 Dengan memiliki software IST Anda akan sangat terbantu, dengan mengikuti langkah sederhana dibawah ini:

1.      Isikan identitas testee


2.      Inputkan jawaban testee sesuai kolom yang disediakan


3.      Lihat hasil skoring tes IST yang muncul secara otomatis


 
Jika Anda berminat memiliki software program psikotes IST ini silahkan pesan sekarang juga.
Cara pemesanan:
Silahkan transfer Rp 365.000,- untuk pembayaran software tersebut ke Rekening

a/n : Lukman Firdaus
Bank : BNI cabang Sidoarjo
No.Rekening : 0260110528

atau
a/n : Lukman Firdaus
Bank : Muamalat cabang Surabaya
No.Rekening : 0110351294

Setelah selesai transfer Anda WAJIB mengkonfirmasikan pembayaran Anda melalui :
SMS Di 085707700086
Atau email : softwarepsikotes@yahoo.co.id
dengan format:
“Saya telah transfer uang sejumlah 365rb atas nama “Nama Anda (ex: Budi) tolong kirim software IST ke “alamat email anda (ex: budi@yahoo.com)” secepatnya”
Software akan segera dikirim maksimal 24 Jam setelah kami mengecek data transfer uang pembayaran anda.

Tes Papi Kostick

SEJARAH
Tes PAPI Kostik di buat oleh Guru Besar Psikologi Industri asal Massachusetts, Amerika, Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an. PAPI Kostick mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya (environment) termasuk perilaku dan nilai perusahaan (values) yang diterapkan dalam suatu perusahaan / situasi kerja dalam bentuk motif (need) dan standar gaya perilaku menurut persepsi kandidat (role) yang terekam saat psikotest.
Di Indonesia diperkenalkan sekitar tahun 1980 dan berkembang dengan cepat menjelang akhir 1990-an yang berbentuk Self report inventory. PAPI sekarang digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di dunia. Tersedia dalam 25 bahasa, dapat dikerjakan secara online, serta CD-Rom installable. Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja. Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.
Secara singkat, PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang: kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi social (social nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-bawahan (followership).
Tes Papi Kostick saat ini sering digunakan dalam lingkup HRD di suatu perusahaan / organisasi. Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja. Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.

LANDASAN TEORI
Not a full personality (mengukur role dan need semata-mata dalam kaitannya dengan situasi kerja, sempadan kepribadian dalam situasi kerja Mengacu pada dimensi temperamen dari Thurstone (1953); pikiran Edwards (1959) dan Schulz (1960); berakar pada konsep Murray (1938). Dasar pemikiran untuk desain dan formulasi PAPI sebagai suatu asesmen yang mengukur kecenderungan (Need/ Kebutuhan) dan persepsi (Role/Peran) adalah didasarkan pada teori needs-press Murray.PAPI mengeksplor dimensi kepribadian yang luas. Dimensi-dimensi ini dipisahkan ke dalam skala Role dan Need.Sedangkan dalam keterkaitannya teori Murray dengan PAPI adalah Skala Role PAPI mengukur persepsi individu terhadap dirinya dalam lingkungan kerja dan memperhatikan area-area seperti kepemimpinan, perencanaan integratif dan gaya pekerjaan (perhatian terhadap detil).Skala Need memperkirakan kecenderungan mendalam yang tidak bisa dipisahkan dari perilaku individu seperti kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompok, kebutuhan untuk diperhatikan dan kebutuhan untuk didukung.
Henry Murray (1938) yang justru lebih banyak dapat bermanfaat dalam penelitian kepribadian manusia. “Needs” didefinisikan sebagai tujuan manusia dan dorongan dasar (desires); “traits” didefinisikan kebiasaan pola pikir manusia, pengaruh (affect), dan tingkah laku (behavior). “Traits” menjawab pertanyaan “bagaimana” manusia bertingkah laku; “needs” menjawab pertanyaan “mengapa”. Karena itu, “traits” dan “needs” menggambarkan dua aspek fundamental yang berbeda dari kepribadian, yang semestinya keduanya tidak dipisahkan ketika kita hendak mengetahui kepribadian manusia secara komprehensif (Sanz et.al, 2006).

ASPEK YANG DIUNGKAP TES PAPI KOSTICK
PAPI disusun sebagai dua aspek yang terpisah, yaitu ; Pengukuran kebutuhan (needs) dan pengukuran persepsi (roles), yaitu persepsi keadaan individu di tempat kerja. PAPI Kostick untuk menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing – masing mewakili need dan role tertentu.
Aspek-aspek itu adalah sebagai berikut:
a. Work Direction:
  1. Need to finish task (N) 
  2. Hard intense worked (G)
  3. Need to achieve (A)
b. Leadership:
  1. Leadership role (L) 
  2. Need to control others (P)
  3. Ease in decision making (I)
c. Activity:
  1. Pace (T) 
  2. Vigorous type (V)
d. Social Nature:
  1. Need for closeness and affection (O) 
  2. Need to belong to groups (B)
  3. Social extension (S)
  4. Need to be noticed (X)
e. Work Style:
  1. Organized type (C) 
  2. Interest in working with details (D)
  3. Theoretical type (R)
f. Temperament:
  1. Need for change (Z) 
  2. Emotional resistant (E)
  3. Need to be forceful (K)
g. Followership:
  1. Need to support authority (F) 
  2. Need for rules and supervision (W)

PENYAJIAN ALAT TES PAPI KOSTICK
  1. Waktu
Dalam pelaksanaan Papi Costick Test secara tertulis tidak ada batasan waktu yang diberikan. Durasi pengerjaan test bergantung pada kecepatan testee dalam menjawab semua pernyataan yang tersedia. Namun pada umumnya testee dapat menyelesaikan menjawab semua peryataan pada tes ini dalam waktu dalam hal inikurang dari 35 menit sampai dengan 45 menit.
  1. Materi Test
Buku soal Papi Costick’s Test
·         1 lembar Jawaban Papi Costick’s Test 
·         1 Lembar psikogram Papi Costick’s test
·         1 Buku norma Papi Costick’s Test
  1. Alat Test
·         Stopwatch
  1. Instruksi Alat Test
Ada 90 pasang pernyataan, pilihlah salah satu dari setiap pasangan pernyataan tersebut yang Anda anggap paling dekat menggambarkan diri saudara. Bila tidak satupun dari sebuah pasangan pernyataan yang cocok, pilihlah yang saudara anggap benar.
Lingkarilah tanda panah pada setiap pernyataan yang saudara pilih pada lembar jawaban yang tersedia.
Contoh :
a.       Saya adalah pekerja keras
b.      Saya tidak mudah murung
Dalam hal ini, Anda melingkari tanda anak panah “a” (Horizontal), karena pernyataan “a” merupakan gambaran diri Anda. Tetapi jika pernyataan “b” (diagonal) lebih sesuai dengan diri anda, maka lingkarilah tanda anak panah pada pernyataan “b”.
Kerjakanlah secepat mungkin dan pilihlah hanya satu pernyataan dari tiap pasang.
  1. Pelaksanaan Tes
Tester membagikan 1 buku soal dan lembar jawaban pada testee. Tester meminta testee mengisi kolom identitas pada kolom yang tersedia pada lembar jawaban. Tester memberikan instruksi tata cara pelaksanaan Papi Costick’s Test pada testee.
Kemudian testee diberi kesempatan bertanya pada tester. Dan jika tidak ada pertanyaan, tester memberikan instruksi mulai mengerjakan Papi Costick’s Test sambil mengaktifkan stopwatch.
Setelah tes selesai, testee diminta mengecek kembali jawabannya dan cara menjawabnya.

CARA SKORING
Menghitung skor peran, yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari, baik yang horizontal maupun vertical sesuai dengan arah tanda panah.
Menuliskan jumlah skor pada masing – masing kotak skor dibawah huruf G, L, I, T, V, S, R, D, C, E yang telah tersedia pada lembar jawab.
Menghitung jumlah skor pada seluruh kotak skor peran secara horizontal, dan jumlah skor harus 45.
Menghitung skor “kebutuhan” yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari baik yang horizontal maupun yang vertical sesuai dengan arah tanda panah.
Menjumlahkan jumlah skor pada masing – masing kotak dibawah huruf N, A, P, X, B, O, Z, K, F, W yang telah tersedia pada lembar jawaban.
Mengitung jumlah skor pada seluruh kotak skor kebutuhan secara vertical, dan jumlah skor harus 45.
Memindahkan setiap skor pada lembar jawaban ke lembar scoring sesuai dengan setiap huruf pada aspek “peran” dan “kebutuhan” dengan cara melingkari angka di dalam lingkaran.
Membuat garis penghubung antara angka yang satu dengan angka lainnya sehingga terbentuklah sebuah diagram pada lembar psikogram yang telah tersedia.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN TES PAPI KOSTICK
A.    KelebihanTest PAPI KOSTICK
PAPI menggunakan forced choice format pada pasangan-pasangan pernyataan yang setara. Sangat sulit untuk melakukan faking/ manipulasi. Item-item pendek, ringkas, Interpretasi logik dan spesifik sehingga dapat difahami dengan jelas oleh tester maupun testee.
Sangat berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan administration styles dan dapat digunakan 2 orang/ lebih untuk mengetahui hubungan atasan bawahan dan mengembangkan solusi interpersonal.
Laporan hasil tes disampaikan dalam bentuk visual (berupa cakram). Laporan ini akan memudahkan pengguna (user) mengenali potensi dirinya secara komprehesif, namun tetap mudah dipahami.
Hasil analisa menghasilkan dinamika kepribadian seseorang yang telah dipengaruhi situasi kerja sekitarnya, yang merupakan gambaran kepribadian keseluruhan dan tidak terpisah -pisah, serta menjadi satu dinamika kepribadian yang utuh.
Mengukur personality traits, tes ini juga mengukur psychological needs.

B.     Kekurangan Tes Papi Kostick
Ada kemungkinan orang bosan mengerjakan, karena adanya pernyataan yang di ulang – ulang. Lembar jawaban sedikit membingungkan.
Cara skoring butuh ketelitian serta kejelian. Namun sekarang Anda tidak perlu susah payah lagi untuk scoring papi kostick secara manual, karena kami menyediakan software skoring Papi Kostick otomatis di sini. Dengan software tersebut Anda akan terbantu dengan pekerjaan skoring yang biasa Anda kerjakan secara manual, dengan software psikotest ini Anda hanya tinggal menginputkan data jawaban testee


dan hasil skoring dan Analisis akan keluar secara otomatis.



Cara pemesanan software skoring papi kostick :
Silahkan transfer Rp 365.000,- untuk software tersebut ke Rekening

a/n : Lukman Firdaus
Bank : BNI cabang Sidoarjo
No.Rekening : 0260110528

atau
a/n : Lukman Firdaus
Bank : Muamalat cabang Surabaya
No.Rekening : 0110351294

Setelah selesai transfer Anda WAJIB mengkonfirmasikan pembayaran Anda melalui :
SMS Di 085707700086
dengan format:
“Saya telah transfer uang sejumlah 365rb atas nama “Nama Anda (ex: Budi) tolong kirim software papi kostick ke “alamat email anda (ex: budi@yahoo.com)” secepatnya”
Software akan segera dikirim maksimal 24 Jam setelah kami mengecek data transfer uang pembayaran anda.

Tes MBTI

Tes MBTI adalah salah satu tes yang berguna untuk mengetahui bagaimana tipe kepribadian seseorang, pekerjaan apa yang sesuai dengan tipe kepribadiannya, dan saran-saran yang bermanfaat untuk pengembangan diri kita selanjutnya. Tes MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung.

Empat Skala Kecenderungan
MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis). Walaupun berlawanan sebetulnya kita memiliki semuanya, hanya saja kita lebih cenderung / nyaman pada salah satu arah tertentu. Seperti es krim dan coklat panas, mungkin kita mau dua-duanya tetapi cenderung lebih menyukai salah satunya. Masing-masing ada sisi positifnya tapi ada pula sisi negatifnya. Nah, seperti itu pula dalam skala kecenderungan MBTI. Berikut empat skala kecenderungan MBTI;
1. Extrovert (E) vs. Introvert (I).
Dimensi EI melihat orientasi energi kita ke dalam atau ke luar. Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka dunia luar. Mereka suka bergaul, menyenangi interaksi sosial, beraktifitas dengan orang lain, serta berfokus pada dunia luar dan action oriented. Mereka bagus dalam hal berurusan dengan orang dan hal operasional. Sebaliknya, tipe introvert adalah mereka yang suka dunia dalam (diri sendiri). Mereka senang menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus. Mereka bagus dalam pengolahan data secara internal dan pekerjaan back office.
2. Sensing (S) vs. Intuition (N).
Dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Mereka menggunakan pedoman pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti. Mereka fokus pada masa kini (apa yang bisa diperbaiki sekarang). Mereka bagus dalam perencanaan teknis dan detail aplikatif. Sementara tipe intuition memproses data dengan melihat pola dan hubungan, pemikir abstrak, konseptual serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka berpedoman imajinasi, memilih cara unik, dan berfokus pada masa depan (apa yang mungkin dicapai di masa mendatang). Mereka inovatif, penuh inspirasi dan ide unik. Mereka bagus dalam penyusunan konsep, ide, dan visi jangka panjang.
3. Thinking (T) vs. Feeling (F).
Dimensi ketiga melihat bagaimana orang mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Mereka cenderung berorientasi pada tugas dan objektif. Terkesan kaku dan keras kepala. Mereka menerapkan prinsip dengan konsisten. Bagus dalam melakukan analisa dan menjaga prosedur/standar. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.
4. Judging (J) vs. Perceiving (P).
Dimensi terakhir melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging di sini bukan berarti judgemental (menghakimi). Judging diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat). Mereka tidak suka hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Mereka ingin merencanakan pekerjaan dan mengikuti rencana itu. Mereka bagus dalam penjadwalan, penetapan struktur, dan perencanaan step by step. Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, dan bertindak secara acak untuk melihat beragam peluang yang muncul. Perubahan mendadak tidak masalah dan ketidakpastian membuat mereka bergairah. Bagus dalam menghadapi perubahan dan situasi mendadak.

Ingin mengetahui kepribadian Anda dan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian Anda melalui tes MBTI? miliki software Tes MBTI sekarang juga. 




Cara pemesanan:
Silahkan transfer Rp 365.000,- (Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu) untuk paket software MBTI ke Rekening


a/n : Lukman Firdaus
Bank : BNI cabang Sidoarjo
No.Rekening : 0260110528

atau
a/n : Lukman Firdaus
Bank : Muamalat cabang Surabaya
No.Rekening : 0110351294

Setelah selesai transfer Anda WAJIB mengkonfirmasikan pembayaran Anda melalui :
SMS Di 085707700086
dengan format:

“Saya telah transfer uang sejumlah 365rb atas nama “Nama Anda (ex: Budi) tolong kirim software MBTI ke “alamat email anda (ex: budi@yahoo.com)” secepatnya”